Perputaran Uang Lebaran 2025 Anjlok Rp20 Triliun, Ini Penyebabnya

Jakarta,MegaMediaSulawesi 23 Maret 2025 – Perputaran uang selama periode Lebaran 2025 mengalami penurunan signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa transaksi keuangan yang terjadi selama momen perayaan Idul Fitri ini turun sekitar Rp20 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, perputaran uang tercatat mencapai Rp157,3 triliun, sedangkan tahun ini hanya mencapai Rp137,97 triliun.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa beberapa faktor menjadi penyebab utama merosotnya perputaran uang selama Lebaran tahun ini. Salah satu faktor utama adalah penurunan jumlah pemudik yang signifikan. Tahun ini, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 146,48 juta orang, turun sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 193,6 juta orang.

Selain itu, kondisi ekonomi nasional yang sedang mengalami perlambatan turut mempengaruhi daya beli masyarakat. Banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka selama periode Lebaran.

“Situasi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan membuat masyarakat lebih memilih untuk menabung dibandingkan mengalokasikan anggaran lebih besar untuk keperluan Lebaran. Hal ini terlihat dari tren belanja yang lebih selektif dan berkurangnya pengeluaran untuk perjalanan mudik,” ujar Ketua Kadin.

Faktor lainnya adalah jadwal libur yang berdekatan dengan Natal dan Tahun Baru. Banyak masyarakat yang telah menghabiskan anggaran liburan mereka pada periode tersebut, sehingga pengeluaran untuk Lebaran menjadi lebih terkendali. Selain itu, kebutuhan biaya pendidikan untuk tahun ajaran baru yang semakin dekat juga mendorong masyarakat untuk menahan pengeluaran yang tidak terlalu mendesak.

Meski demikian, Bank Indonesia tetap menyiapkan uang layak edar sebesar Rp180,9 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang tunai yang cukup di masyarakat meskipun perputaran uang mengalami penurunan.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa turunnya perputaran uang ini mencerminkan kondisi ekonomi yang masih menantang. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu memberikan stimulus ekonomi guna meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di sektor riil.

“Penurunan ini menjadi indikasi bahwa masyarakat masih menahan konsumsi akibat ketidakpastian ekonomi. Pemerintah perlu mencari langkah strategis agar sektor perdagangan dan industri bisa kembali pulih, terutama dalam momentum Lebaran yang biasanya menjadi puncak perputaran ekonomi nasional,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, para pelaku usaha di sektor ritel, transportasi, dan pariwisata diharapkan dapat beradaptasi dengan strategi pemasaran baru guna menarik minat konsumen. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengelola keuangan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.

Editor : MMS/Gar

Bagikan :

   

MMS
Alamat :

Jl Ketimun
No.1
Kel. Balaroa Kec. Palu Barat, Provinsi Sulawesitengah 94226


No Telp : 085796242671